:: Kiai Super ::

Suatu Proses Kreatif…

Kiaisuper

Apakah Kiaisuper itu?

Dari manakah saya mendapatkan inspirasi kata itu?

Tak usah direka-reka, kiaisuper itu berasal dari dua kata. Kiai dalam bahasa Jawa berarti yang mempunyai keunggulan dan mumpuni. Dalam konteks manusia, kiai itu indentik dengan orang yang punya kelebihan dalam ilmu dan amal, khususnya spiritual. Lebih khusus lagi dalam konteks budaya Islam di Nusantara, Kiai identik dengan ulama, arifin, guru bagi para santri, pemimpin spiritual bagi masyarakat, dan tempat mencari solusi atas pelbagai permasalahan umat.

Super dalam bahasa Inggris memiliki arti hebat dan luar biasa. Tak ada makna-makna khusus dalam konteks khusus pula untuk kata super ini.

Apalah arti sebuah nama, begitu kata Shakespeare. Namun, kata Rasulullah saw, nama adalah doa dan harapan. Maka kiaisuper adalah sebuah doa dan harapan agar aku menjadi muslim seutuhnya, kaaffah, yang tak hanya sekedar muslim, tetapi menjadi muslim hebat dan luar biasa, yang memiliki keunggulan-keunggulan, mampu menjadi teladan bagi umat, dapat menebarkan nilai-nilai kebaikan dan kasih sayang.

***

Maaf beribu maaf, aku tak bermaksud memberi nama resmi untuk diriku sendiri dan mengganti nama yang sudah diberikan oleh kedua orang tuaku. Akupun tak bermaksud untuk mempopulerkan julukan bagi diriku yang kubuat sendiri. Sangat tidak indah jadinya.

Kata kiaisuper kuperoleh saat aku kelas dua SMA. Sebagai seorang anak pedagang, maka aku sering mendapatkan berbagai-bagai stiker iklan dari banyak produk-produk yang dijual di toko ibuku. Maka, saat itu, di suatu sore menjelang malam aku termenung. Tak ada ide untuk berbuat. Di depanku hanya ada selembar stiker dari satu produk pengharum dan pelembut cucian. Tak usah kusebut merknya. Ingin sekali aku berbuat sesuatu untuk stiker itu, namun aku tak mau menempelkannya mentah-mentah di salah satu harta kekayaanku. Perbuatan itu bukan kesukaanku. Maka aku harus mereka-reka huruf-huruf yang ada di stiker itu, untuk kususun menjadi sebuah kata plesetan baru untuk produk itu. Setelah kupotong-potong dan kureka-reka, akhirnya, ketemulah kata itu, kiaisuper. Kiaisuper. Ya, kata yang luar biasa, pikirku ketika itu dan hingga kini. Maka potongan-potongan huruf itupun segera kutempelkan di salah satu harta kekayaanku. Tak usah pula kusebutkan apa harta itu. Tak penting. Yang terpenting adalah, kini aku punya kata baru untuk diriku sendiri. Kiaisuper.

Begitulah kisahnya.

1 Komentar »

  1. Assalamu’alaikum….

    Mas, aku jg lagi ngambil TA Bi-Fuel Gasoline-LPG tp yang buat aku bingung, dari beberapa referensi flame speed(kecepatan pembakaran) dari LPG kok beda-beda ya…

    Nah, mungkin saja Mas ada referensi tentang flame speed LPG di bandingkan gasoline, tolong dibantuin mas

    sebelumnya trimakasih

    wassalamu’alikum

    Komentar oleh endika | November 8, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: