:: Kiai Super ::

Suatu Proses Kreatif…

Memandang Dunia

Dari Abdullah ra., dari Nabi saw, beliau bersabda, “Apa urusanku dengan dunia? Sesungguhnya perumpamaanku dan perumpamaan dunia seperti seorang pengembara,” beliau bersabda, “di bawah lindungan pohon pada hari yang panas, kemudian ia pergi pada sore hari dan meninggalkannya.”

(HR. Imam Ahmad, dalam kitab Az-Zuhd)

Dalam memandang dunia, manusia berbeda-beda sikapnya. Tergantung pula kepada pemahaman dan kapasitas keilmu-arifan yang dimilikinya.

Ada manusia yang menganggap dunia ini adalah kesenangan dan satu-satunya kehidupan dalam dirinya. Sehingga dia melakukan apa saja yang menyenangkan bagi dirinya, karena tak mungkin lagi dia mendapatkan “dunia” yang sama ataupun lain setelah dia mati. Kesenangan dan kesuksesan di dunia saja yang diharapkan dan dilakukannya.

Ada manusia yang menganggap dunia adalah tempat bersenang-senang sebelum memasuki alam kubur. Dia yakin bahwa akhirat ada, namun yang dilakukannya adalah menunda pertaubatan dan amal-amal kebaikannya seolah-olah dia sendirilah tuhan, yang menentukan hidup-matinya. Maka, yang dilakukan adalah memenuhi kebutuhan nafsunya sebanyak mungkin.

Dan Sang Manusia Sempurna, telah memilih untuk tidak mau berurusan dengan dunia. Dunia hanyalah bagian dari anak tangga, untuk mempersiapkan pijakan kaki sekuat mungkin agar tidak terjatuh saat mendaki anak tangga hingga anak tangga yang terakhir. Dunia hanyalah tempat berteduh, untuk beristirahat sejenak dan mempersiapkan kembali bekal yang akan dibawa untuk sampai ke tujuan akhir dari seluruh perjalanan hidupnya.

Ada di posisi manakah kita?

8 Jumadil Akhir 1429

Juni 20, 2008 - Posted by | Dakwah, Muhasabah

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: