Apa Makanan Kesukaanmu?
Apa Makanan Kesukaanmu?
Itulah Pertanyaan yang paling kubenci dalam setiap mengisi data-data, apapun itu. Saya lebih suka – dan lebih mudah – menjawab jika pertanyaan itu di negasikan. Apa makanan yang tidak kau suka?
Perihal makanan kesukaan dan ketidaksukaan, sejatinya saya itu lebih banyak sukanya daripada tidak sukanya. Asalkan memenuhi persyaratan halal dan thoyyib.
Dalam Al Quran, Alloh lebih banyak memberikan daftar-daftar makanan yang haram dan tidak thoyyib. Artinya, makanan halal itu lebih banyak daripada makanan yang haram. Semuanya halal kecuali yang disebutkan sebagai makanan haram. Sebagaimana logika “kecuali” dalam ayat Al Quran yang lain, misalnya dalam Surah Al Ashr, bahwa semua orang itu berada dalam kerugian, kecuali yang memenuhi syarat sebagaimana dalam ayat tiga surah tersebut.
Dalam hal selera ini, khususnya makanan, saya pun ternyata demikian. Saya justru lebih banyak makanan yang suka ketimbang yang tidak suka. Jadi lebih mudah bagi saya untuk menyebutkan makanan yang tidak saya suka.
***
Ataukah yang dimaksud makanan kesukaan adalah makanan yang paling disuka? Sehingga jawabannya harus satu? Sebagaimana makanan kesukaan Rasulullah SAW adalah paha kambing depan bagian kiri. Kalau ini yang dimaksud, maka makanan kesukaan, bagi saya selalu berganti-ganti, karena selalu saja ada kebosanan dalam setiap menu makanan yang selalu itu-itu saja. Maka tak mungkin saya selalu suka nasi goreng, yang sehingga kapanpun saya mampu membeli atau membuat nasi goreng, maka menu saya adalah nasi goreng. Ada kalanya saya menjadi ingin makan nasi goreng, namun suatu saat pun saya menjadi bosan makan dengan menu nasi goreng, dan justru keranjingan dengan gudeg. Dan begitu menu gudeg menjadi jenuh, maka saya akan beralih ke menu-menu yang lain yang saya suka. Kecuali, ya, menu-menu yang tidak saya suka, saya berusaha untuk tidak menuju ke menu itu, kecuali dalam keadaan darurat yeng memang menuntut saya untuk makan dengan menu yang tidak saya suka itu.
Cilandak, 29 Rajab 1429 H
& Komentar »
Tinggalkan komentar
-
Arsip
- Agustus 2009 (1)
- Januari 2009 (1)
- November 2008 (1)
- Oktober 2008 (2)
- Agustus 2008 (2)
- Juni 2008 (5)
- Mei 2008 (1)
- April 2008 (1)
- Januari 2008 (1)
- Desember 2007 (7)
- September 2007 (3)
- Agustus 2007 (6)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS

kapan makan2 Mas. nek neng Jogja mbok makan2. mbunder-mbunder
Insya Alloh…Kalau balik ke Jogja kita makan-makan. Mbunder-mbunder…
Wah betul itu mas…
Lebih gampang menyebut apa yang kita tidak suka daripada sebaliknya. Kenapa? Karena cakupannya akan lebih sempit, sehingga pertanyaan selanjutnya dapat kita arahkan ke arah yang juga lebih spesifik, syukur2 dapat diarahkan ke pertanyaan yang sudah bisa kita jawab.
Aku rasa kita secara spesial diciptakan untuk hal-hal khusus, bukan umum, kebanyakan. Setiap manusia rasanya punya kekhasan tersendiri. Punya aroma spesifik, sempit.
Kita (sangat) sering untuk menghindar dari hal-hal yang sifatnya umum, yang kita tidak bisa prediksi kelanjutannya.
Dan ketika orang lain bertanya, apa makanan kesukaanmu? Maka kamu akan menjawab : Apa saja, asal bukan bla-bla-bla.
Kesimpulannya disini hampir sama dengan mas Arif… Kapan MAKAN-MAKAN??? wkwkwk …
Salam_Yash_