Mereka Tak Tahu Kondisi
Mereka Tak Tahu Kondisi
(Sedikit Refleksi Tahun Baru Masehi 2008)
“Mereka tak tahu kondisi. Membuat kembang api di saat-saat seperti ini.”
(Mr. Satan dalam komik Dragon Ball 41)
Mr. Satan. Salah seorang tokoh dalam komik Dragon Ball karya Akira Toriyama. Ungkapan Mr. Satan dalam komik tersebut senantiasa tengiang dalam benak saya dalam tahun baru Masehi ini. Mr. Satan adalah sosok yang berwatak sok pahlawan, agak sombong, narsis, dan suka mengaku yang terhebat. Tokoh inilah yang memberikan nuansa humor yang menggelitik. Namun demikian, Mr. Satan masih memiliki nilai-nilai kemanusiaan dalam usahanya menciptakan perdamaian di muka bumi. Maka Son Gohan, salah satu tokoh utama dalam komik ini, mengatakan pada Videl, anak Mr. Satan, “Sesungguhnya ayahmu adalah pahlawan sejati.”
***
Indonesia. Tahun 2007 kemarin, diawali dengan musibah dan diakhiri pula dengan musibah. Beruntun musibah menimpa negeri ini sepanjang tahun 2007. Sepanjang tahun.
Namun sepanjang tahun itu pula, tak kunjung ada perubahan kepada yang lebih baik. Belum ada kesadaran dengan sesungguhnya untuk menuju perbaikan. Belum ada kesadaran dengan sesungguhnya bahwa Allah telah menimpakan musibah, entah itu sebagai ujian, ataupun adzab bagi manusia Indonesia. Yang timbul justru kesombongan yang semakin menjadi-jadi, hedonisme yang tak terkendali, dan perilaku jahiliyah yang terus meluas.
Sepanjang tahun 2007, musibah menjadi komoditas ekonomi untuk menghasilkan uang bagi segelintir orang, musibah menjadi objek wisata bagi sebagian orang, yang entah hanya karena ingin tahu, atau menikmati kesenangan di atas penderitaan orang lain. Maka musibah menjadi dipelihara agar terus ada, agar tetap menjadi komoditas ekonomi dan objek wisata gratis yang tidak bernurani.
Agama semakin jauh dari manusia. Manusia semakin menjauhkan diri dari Tuhannya. Tak ada sedikitpun rasa bersalah dan keinginan untuk bertaubat, kecuali hanya sedikit sekali. Syariat agama diinjak-injak. Susah untuk membedakan siapa yang iman siapa yang kafir. Banyak yang mengaku beragama namun perilakunya seperti tak beragama. Banyak yang mengakui adanya Tuhan, namun Tuhan tak pernah disebutnya, bahkan tak pernah ada di dalam hatinya. Banyak yang mengaku manusia namun perilakunya seperti binatang. Dan yang banyak itu, tetap saja bebal, tak peduli dengan kemarahan Tuhan.
Guru-guru ngaji, para ustadz, sepanjang tahun hanya menjadi hiasan hidup belaka. Hanya menjadi komoditas ekonomi. Hanya menjadi sarana mencari pembenaran, bukan kebenaran. Hanya laku di bulan Ramadhan, itupun memilih yang camera-face saja. Tak lebih. Maka manusia lebih suka melihat daging, bukan nasihat. Lebih suka melihat kulit, bukan substansi. Maka pula, penngajian-pengajian itu menjadi tak bermanfaat. Setelah keluar dari pengajian, kembali mereka menggunjing, membuka aurat lebar-lebar, dan mengumbar syahwat sepuasnya. Tuhan ditinggalkan lagi. Semakin jauh.
Manusia menjadi semakin bebal. Semakin bebal.
Dan ditengah musibah yang menimpa manusia Indonesia, banyak yang mengawalai Tahun Baru Masehi 2008 dengan berpesta pora, mengumbar aurat, mengumbar syahwat, pesta kembang api, konser dangdut, dan berderet kemaksiatan lain.
Mari segera bertaubat, mari tutupi keburukan-keburukan dengan kebaikan-kebaikan. Mari segera melakukan perbaikan-perbaikan. Agar Allah berkenan mengangkat derajat kita, mengangkat nasib bangsa kita segera, di tahun 2008 yang menantang!
Ya Allah, karuniakanlah kesabaran kepada kami dan ilhamkanlah taubat kepada kami
Ya Rabb kami, limpahkanlah kepada kami kebajikan di dunia dan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa api neraka
Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada junjungan kami Muhammad saw, keluarga, dan para sahabatnya.
Yogya, 7 Januari 2008
-
Arsip
- Agustus 2009 (1)
- Januari 2009 (1)
- November 2008 (1)
- Oktober 2008 (2)
- Agustus 2008 (2)
- Juni 2008 (5)
- Mei 2008 (1)
- April 2008 (1)
- Januari 2008 (1)
- Desember 2007 (7)
- September 2007 (3)
- Agustus 2007 (6)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS